Techno

RedDoorz Kena Retas, Data Pengguna Bocor

Startup RedDoorz mengumumkan, sistem keamanan mereka telah dibobol. Dalam email yang dikirim kepada pelanggan, CTO dan Co-founder RedDoorz, Kunwar Asheesh Saxena mengatakan, awal pekan ini ada insiden terjadinya akses tidak sah pada sistemnya.

Selasa, 29 September 2020 - 11:35 WIB | Arsya

Foto : Investor Daily

Startup RedDoorz mengumumkan, sistem keamanan mereka telah dibobol.  Dalam email yang dikirim kepada pelanggan, CTO dan Co-founder RedDoorz, Kunwar Asheesh Saxena mengatakan, awal pekan ini ada insiden terjadinya akses tidak sah pada sistemnya. 

Insiden pembobolan data disebutkan terjadi pada pekan pertama September 2020 lalu. Data yang bocor itu mencakup nama, alamat email, nomor telepon, alamat, dan detail pemesanan. Namun, informasi kartu kredit atau password tidak termasuk dalam data yang dibobol. 

Kunwar mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam melakukan investigasi dan peninjauan terhadap sistem IT dan keamanan. Startup pemesanan hotel ini juga mengubah semua kunci akses sistem dan akses kredensial dan mengaktifkan otentifikasi bertingkat. 


Sebelumnya, Startup portal e-commerce ShopBack juga mengirimkan pengumuman pembobolan via email. Meski tidak disebutkan apa saja yang dibobol, namun di situs web ShopBack regional Australia menjelaskan data yang diambil meliputi nama, informasi kontak, jenis kelamin, tanggal lahir, no. rekening. 

Di situs tersebut juga terungkap kejadian akses ilegal terhadap sistem ShopBack terjadi pada 17 September 2020. Setelah insiden tersebut perusahaan segera melakukan tindakan pengamanan dan menghapus akses ilegal. 

Shopback mengklaim bahwa kata sandi atau password telah dienkripsi dan informasi kartu kredit dalam keadaan aman. Selain itu, saldo cashback pelanggan atau voucher yang tidak digunakan juga tidak terpengaruh oleh insiden tersebut. 

Untuk itu Pengguna RedDoorz dan ShopBack pun diminta untuk segera mengganti password terhadap akunnya. Mereka juga disarankan tidak lagi menggunakan password yang sama untuk akun lainnya, seperti media sosial, e-commerce, atau lainnya. 

Pergantian password sebaiknya dibuat memakai gabungan huruf besar, huruf kecil, dan nomor. Perlu diingat, saat melakukan kombinasi ini, jangan ulangi huruf, nomor, dan simbol terlalu berdekatan. 

Password juga harus mudah dingat dan sebaiknya jangan memakai informasi seputar kehidupan pribadi, seperti tanggal lahir dan sebagainya. Serta, hindari menggunakan nama hewan peliharaan atau anggota keluarga.